jurnal kehamilan · motherhood · Uncategorized

Pregnancy Journal : Ibu Hamil dan Tuntutan untuk Terus Bahagia

Katanyaaa, ibu hamil itu harus bahagia. Engga boleh stres, engga boleh sedih, karena itu bikin janin ada di ‘lingkungan’ yang kurang kondusif. Tapi tuntutan untuk harus terus bahagia juga kadang bikin adem panas. Kan nggak mungkin tu 9 bulan kita happyyy terus. Kadang mewek, kadang chapppeee (pake H dan dobel P ya😂), kadang sensi, kadang rindu *wk. Alhasil kalo pas kerasa nggak happy jadi tertekan sendiri “ih kok aku nggak happy! Kakak bayi gimana di dalem sini? Aduh aku harus apa?” Akhirnya bukannya healingnya cepet malah makin asdfghkl 😅

Tarik nafas dolooo buibu. Ambil jeda. Istirahaaat…

Nggak apa apa kok kerasa sedih, gundah, galau, gulana, gulali, gule, tongseng, tengkleng, soto banjar, sop empal, lumpia anget #apasihh malah jadi pengen makan 🤣

Hasil merangkum beberapa artikel dan kelas prenatal, happy itu puenting. Tapi jangan sampe kita malah stress kuadrat karena nggak mau/bisa menerima kenyataan kalo emosi kita lagi negatif. Nggak papa kalo emang lagi engga baik-baik aja. Terima dulu, identifikasi penyebab kemudian : apa karena lapar? Karena kesepian? Karena cemas? Atau karena abcde yg lain?

Setelah itu fokus ke penyelesaian. Biasanya gimana biar reda? Solusinya apa? Biar engga terusan meratap.

TIPS : Menulis bisa buat healing. Ngga perlu bagusbagus😂 cukup nulis kaya diary juga gapapa. Curhat sama suami jugaa. Yg paling penting sihhh ngadu ke Allah. Minta dikuatkan, dibalikin biar happy lagiii. Minta jalan keluar. At least, meski masalah ngga langsung selese, seenggaknya kita lega karena emosi ngga dipendem sendirian. Karena udah diperdengarkan (baik oleh aksara maupun doadoa) dan tersalurkan (saran sih; keep your tantrum offline, maksudnyaaa tolong jangan post kesedihan atau emosi yang lagi labil ke sosial media. Bisa jadi ini luapan emosi sesaat aja yang bisa kita sesali kemudian hari).

Closingnyaa, minta maaf sama Allah, diri, dan kakak bayi! Ha😂 Senegatif apapun emosi, yuk diusahakan mengimbangi dengan hal positif. Sambil diajak ngomong si kakak, afirmasi ttp positif😄,

“Maaf yaa Mamah lagi sedih. Nanti enggak lagi. Kan ada Allah. Kan udah dipukpuk sama ayah. Makasih ya kakak, sudah kasih waktu buat Mamah healing. Yang sabar yaaahhh anak sehat, kuat, pinter, baik, sholeh.” Misalnya begitu. Wkwkwk. Masing masing ibu kan punya gayanya sendiri yaahh buat ngajak ngomong anaknya.

Nggak papa kalo lagi nggak happy, jangan dijadikan beban untuk terus-terusan happy. Ada kalanya kok kita sedih! Tetap positif menghadapi kenegatifan. Biarkan kebaikan selalu menang😄

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s