Serba-serbi Newborn (1)

Saya posting ini, barangkali bermanfaat buat ibu-ibu baru di luar sana. Ini saya rangkum dari pengalaman yang masih belum ada dua bulan. Tapi saya catat saja, siapa tau nanti butuh buat adik-adiknya Shabira.

  • Kuning pada Newborn

Shabira sempat kuning di seminggu-2 minggu pertama. Tanda-tanda yang paling mudah dikenali adalah matanya yang belum jernih. Terlebih karena dia lahir di musim hujan. Matahari suka malu-malu. Nggak usah panik, ini wajar. Maksimalkan jemur pagi di jam 7-8 dan gempur ASI. Kalau bilirubin di atas 18 biasanya dianjurkan untuk fototherapy supaya kuningnya cepat turun : bayi 24jam/lebih menginap di RS, dikirim ASI per3 jam sekali. Biasanya kalau sudah kuning banget bayinya agak lemes dan pipisnya kuning.

  • Cegukan

Cegukan adalah hal yang wajar. Bisa diposisikan seperti akan menyendawakan. Cuma biasanya ibunya ga tega lihatnya😅

  • Pola tidur

Biasanya bayi Newborn tidurnya masih belum terjadwal, ini yang kadang membuat orangtua baru begadang. Ayah ibunya bisa membiasakan tidur malam dengan mengenalkan konsep siang dan malam. Kami mematikan lampu (menggunakan lampu redup) saat malam hari dan meletakkan Shabira di dekat jendela pada pagi/siang hari sambil diberitahu bahwa ini sudah pagi. Saya juga biasa menyenandungkan Shabira dengan senandung yang berbeda di pagi dan malam hari. Biasanya, kami memaksimalkan waktu pagi-sore untuk bermain saat dia bangun. Dan kalau Shabira bangun tengah malam, kami berupaya untuk tidak mengajaknya bermain/mengobrol. Supaya dia tahu kalau malam waktunya istirahat. Pijat bayi dan sinar matahari juga membantunya tidur nyenyak.

  • Pijat Bayi

Pijat bayi yang dilakukan orangtua adalah bonding dan quality time dengan bayi. Mereka lebih senang jika yang memijat orangtuanya sendiri. Pijat bayi juga bisa membantu bayi lebih enak tidur dan mengurangi gas dalam tubuh. Saya biasa pijat ILU, menggerakkan kaki seperti gowes sepeda, dan mengikuti beberapa tutorial pijat bayi di youtube setiap habis mandi.

  • Pantat Sensitif

Saya dan mas sepakat untuk mengurangi pemakaian diapers. Alasan utamanya adalah berusaha mengenalkan Shabira mencintai lingkungan, yang tidak kalah penting adalah mengurangi ruam popok. Shabira nggak pakai diapers tapi pantatnya tetap iritasi. Ternyataaa buat bayi yang sering BAB, mereka lebih rentan terkena iritasi. Kurangi penggunaan tisu basah, ganti dengan kapas dan air hangat, serta pastikan pantat dalam keadaan kering setiap habis membersihkan pantat bayi. Bila iritasi dan ruam masih terjadi, konsul dengan DSA, ada beberapa salep/obat luar yang bisa membantu (tentu saya nggak bisa nyebutin disini😂😅). Oh ya, minyak kelapa/VCO juga bisa mengurangi iritasinya.

  • Muntah

Dikatakan muntah ketika lebih dari 10ml air keluar dan ada gerakan otot perut. Beda dengan gumoh. Biasanya gumoh hanya sedikit. Muntah ini wajar terjadi karena pencernaan bayi masih belajar (sederhananya begitu, kompleksnya..eumm ada penjelasan ilmiahnya sendiri haha). Jangan cemas. Bisa dikurangi lewat disendawakan tiap habis minum. Kalau belum berhasil menyendawakan, jangan diayun terlalu sering, cukup digendong tegak atau posisi kepala lebih tinggi. Posisi menyusui juga bisa mengurangi muntah; posisikan kepala lebih tinggi dari perut, tidak mendongak atau menunduk. Usahakan bayi tenang saat menyusu supaya tidak banyak udara yang masuk. Kalau muntah cukup banyak, beri jeda saat menyusui sekitar 30menit karena bila disusui dengan jarak yang dekat bisa memicu kembali muntahnya. Asal bayi tetap aktif, tidak demam, muntahan tidak menyembur jauh ke depan, muntahan tidak berwarna hijau atau ada darah, dan BB naik tidak masyalaahhh.

  • Grow Spurt

Ada saat dimana bayi seharian seperti kelaparan terus dan menyusu lebih banyak. Ibunya sampai kaya nggak istirahat rasanya 😄. Wajar, fase ini disebut Grow Spurt. Biasanya, esok hari anak bayi lebih tenang dan banyak tidur. Kaya istirahat habis ospek 4 hari gitu. Hahaha

  • Wonderweeks

Jadiii, ada kondisi dimana terjadi perkembangan pada saraf dan otak bayi. Bayi akan nempel terus sama ibunya, lebih cranky dan riwiiil. Naaah, fase ini namanya Wonder weeks–akan terjadi sebanyak 10x (istilahnya leap atau lompatan) dalam 20 bulan pertama bayi. Nah, wonderweeks pertama akan terjadi di usia 4,5-5,5 minggu hehehe. Semangat ya Maaah! Biasanya bayi juga rewel pas mau maghrib sampe malam, ternyata ada penjelasan ilmiahnya. Jadi kalau di umur segitu bayinya sering nangis atau gimana gitu, jangan keburu panik. Banyakin stock sabar aja dan bersyukur…anaknya mau pinter hehehehe

Sekian sekelumit catatan. Dirangkum dari berbagai sumber dan masukan dari teman-teman dokter , maupun DSA kak Sha :3 Semoga bermanfaat!

Advertisements

Keluarga yang Beruntung

Anak-anak yang beruntung bukan mereka yang bergelimang harta dan fasilitas mewah dari orangtuanya.

Anak-anak yang beruntung adalah yang mereka yang bergelimang hikmah dan keimanan dari orangtuanya.

Mereka beruntung karena kelak ajaran orangtuanya begitu dibutuhkan dalam menjalani setiap fase kehidupan.

Dan orangtua yang beruntung adalah mereka yang sudah tidak lagi hidup, tapi pahala terus mengalir untuknya, ialah doa dari anak-anak yang shaleh shalehah 🙂

RTM : Merawat Diri

Saya bukan tipikal perempuan yang pandai ber-make up. Karena kulit saya yang sensitif. Apalagi, kalau pake make up berlapis dikit, mata saya suka berat, terus nafas jadi panas. Padahal cuma pake eyeliner, BB cream, atau sunblock doang. Pfffft. Yaaaa endingnya kalau keluar-keluar make-up saya standar : bedak dan lipstick. Kalaupun acara formal saya pakai BB cream tipis-tipis, bedak, blash on, dan lipstick. Itupun ada alarmnya kalo ketebelan.

“Apaan sih kaya makan orang.” Gitu. Wkwk.

Iya, yang duduk di sebelah saya ini.

Cuma kalau dibilang saya nggak ada effort buat dandan, kayanya nggak juga. wkwk. Saya suka dandan. Di rumah. Meskipun kadang suami saya juga ga sadar kalau saya dandan. #takapalah~

Saya suka maskeran, suka scrubbing, selfmassage, dan sebagainya. Kalau lagi rajin juga luluran, coba-coba warna lipstick, pake eyeliner, dan lain-lain.

Sebelum menikah saya nggak pernah ngerasa seberusaha ini dandan -___- hahaha.

Ditambah suami saya kerjanya di rumah.

Sebenernya titik beratnya bukan di dandannya sih. Tapi soal merawat diri. Heu.

Saya nggak suka sembarangan beli daster, saya juga nggak suka kalau dekat-dekat Mas waktu saya lagi apek, saya juga nggak suka kalau dibilang kucel. Saya gemas kalau komedo udah dimana-mana, atau jerawatan, atau muka gosong. Hahaha. Karenanya saya punya anggaran sendiri untuk pergi ke salon, sekedar facial atau creambath biar bersih dan wangi. Syukur-syukur bisa massage. Apalagi salon di Jogja sangat ramah di kantong! Tinggal milih yang memperhatikan aurat.

Dan hal ini saya komunikasikan sebelum saya menikah. Jadi udah kesepakatan kalau saya memang nanti beberapa kali pergi ke salon (tentunya syarat dan ketentuan berlaku yha, nggak tiap minggu juga, pun saya nggak tega kalau harga salonnya nggak merakyat). Hahaha

Saya nggak papa jualan buat nambah pemasukan, biar nggak nggerepotin suami kalau sewaktu-waktu saya pengen merawat diri. Meskipun pada akhirnya Mas menganggarkannya sendiri.

Skill merawat diri menurut saya perlu, apalagi dengan status yang udah jadi istri orang. Justru yang nggak perlu itu bagi saya: bercantik-cantik bukan buat mahromnya. Mungkin kalau temen-temen lain punya pandangan sendiri ya, tapi bagi saya memanjakan mata suami di rumah adalah hal yang penting. Heheee. Alangkah senangnya dihitung ibadah waktu kita mempercantik diri dan suami suka!

“Wangi banget sih istrikuuu”

“Mukanya bersihan ya sekarang.”

“Aduh cantiknya ini istrinya siapa…”

Termasuk kalau saya beli-beli baju, saya juga membiasakan diri beli yang mas suka. Jadi kalau menurut saya bagus, tapi Mas nggak suka…jadinya percuma, buat apa beli😂😂😂. Ribet sih. Tapi gimana dong, saya suka tuh.

Yang jadi catatan, bahwa agenda merawat diri tetap disesuaikan dengan sikon yang ada. Jangan terlalu memaksakan kalau memang keadaan sedang enggak mendukung, kalau ada yang lebih prioritas. Harus pandai-pandai mengukur kemampuan diri dan suami. Kalau belum abis stock buat dandan di rumah, kalo baju masih banyak yang bagus, cobalah menahan diri buat nggak beli-beli. Pake yang ada aja. Kalau beli kebanyakan buat apa juga, mubazir. Jadi? Yang sedang-sedang sajhaaa~

Oyaaa kita juga harus punya tameng supaya nggak gampang keikut iklan-iklan dan tawaran berbagai produk kecantikan. Apalagi dengan mewabahnya produk-produk kecantikan untuk muslimah. Harus bersyukur, sekaligus menahan diri.

Percayalah, cantik yang haqiqi itu berasal dari dalam hatii #eaaaa.

Cukup belanjakan uang sesuai kebutuhan. Allah memang indah dan mencintai keindahan, tapi jangan latah. Jangan lupa kalau segala sesuatu akan dipertanggungjawabkan. Semoga upaya kita merawat diri ini, dinilai ibadah 🙂

Penyelamat Malam

Aku pikir, malam-malam itu terlewat begitu saja. Sia-sia…

Deadline naskah dan segala tetekbengeknya jujur membuat kepala pusying. Suami yang juga sedang padat-padatnya butuh diimbangi. Alhamdulillah anak juga sudah memasuki fase merangkak kemana-mana, nggak bisa lengah. Mau mengerjakan waktu siang? Rasanya tak ada waktu lapang.

Aku pikir, bakal lebih aman kalau menulis waktu malam, nyatanya waktu menjelang menidurkan anak banyak melenakanku. Aku ikut tertidur begitu saja. Jujur aku sampai sempat sakit memikirkan ini. Setelah akhirnya aku menerima dan yaah…bismillah berusaha ikhlas ikhlas, qadarallah pusing dsb hilang😂

Dan malam ini, aku kembali berapi-api. Mau kembali mengerjakan. Kubuka laptop dan oeeeekkkk…anakku bangun, mencari ibunya. Maksud hati mau langsung cabut ke laptop, tapi ya… nggak bisa secepat itu. Tetangga ada acara arisan trah keluarganya, membuat suasana luar ramai hingga malam. Anakku berkali bangun dan butuh dinyenyakkan. Bakal agak panjang, nggak bisa cuma sekali ninabobo.

Kini masih dengan harapan yang sama, dia sudah tidur. Dan ternyata…dia tidur di atas perutku membuatku takbisa berkutik. Tapi…dia cuma butuh tidur. Dan aku pikir, tidak membangunkannya adalah pilihan terbaik.

Dan inilah aku, yang kembali belum bisa menuntaskan pekerjaanku malam ini. Tapi aku merasa bersyukur…

Malam-malam yang kuanggap sia-sia itu ternyata bermakna sekali untuk makhluk kecil ini. Aku tidak melewatkannya begitu saja. Aku menyelamatkan malam-malamnya.

Air mataku jatuh.

Ingat umi di rumah. Sudah berapa ribu malam beliau habiskan untuk menyelamatkanku? Beliau korbankan… beliau relakan segala ambisinya, hanya untuk melihatku lelap. Dan esok saat aku terbangun sehat, kadang aku menjadi begitu tak tahu diri, alpa memeluk atau sekedar berterimakasih telah menjadi penyelamat malamku. Barangkali ikhlas sudah dalam satu tarikan nafas di setiap hirup dan helanya.

Untuk penyelamat malam dimanapun kalian berada, tak ada malam yang sia-sia. Pahala itu ada, hanya tak terjangkau oleh mata…insyaAllah.

Review Gendongan Bayi

Karena banyak sekali DM yang masuk dan nanya tentang gendongan bayi, aku post disini yaaa biar mudah mencari dan bisa cerita agak panjangan hehehe

Jadi aku punya 4 gendongan bayi yang biasa aku pakai. Gendongan ini adalah gendongan-gendongan yang aku pakai di rentang usia 0-1tahun. Bisa jadi nanti akan ada postingan susulan tentang gendongan toddler wkwk. Mari kita fokuskan untuk gendongan bayi terlebih dahulu ya!

Tapi sebelum melangkah lebih jauh, mari kita sepakati bahwa ini adalah dalam rangka review personal. Tidak untuk kemudian dijadikan sebagai alat pemicu mompetition (war mamakmamak), okayyy?

Pasalnya sekarang kan standarisasi gendongan sudah ada yang terbarukan dan lebih aman, tapi aku ikut memahami bahwa di beberapa kasus ada ibu-ibu yang tidak bisa senyaman itu melakukan babywearing ke kiblat standar babywearing UK. Misal lingkungan sekitar masih kental dengan gendong jarik/gendong samping, sehingga kalau tetap maksa bisa terjadi peperangan dengan ibu/mertua, malah bikin kita eyel-eyelan, gontok-gontokan, banyak dosa. Yah yaah berkahnya ilang.

Kalau pada akhirnya menjadi tertekan perihal gendong-menggendong, Mama jadi stress sendiri…. 😦 Bukan itu ya goalsnyaaa. wkwkwk. Nggak papa, pelan-pelanlah kita berproses. Prinsipnya; Mama tak boleh henti belajar. Lakukan yang terbaik yang kita bisa.

Belajar sama-samalah kita, buat yang sudah mantap dengan ilmu babywearingnya, edukasi teman-temannya dengan santun dan lembut, ajak dan ajarin pelan-pelan. Dibenerin, bukan disalahin yaaaa. hehehe. Yang utama, disupport–biar lebih cesspleng saran yang masuk. Yaay! Mari kita sama-sama menggendong!

Monggo update terkait ilmu gendongan ini, di banyak web/situs/akun sosmed babywearing indonesia sudah banyak. Ku tak akan membahas masalah ini.

Oke dan inilah reviewnyah sobat budiman~

1. Gendongan Jarik

Tentu saja ini gendongan legendaris. Dari nenek buyut kita sepertinya juga pakai gendongan ini. Nah kalau ngikutin aturan main babywearing/cara menggendong yang berstandar internasional wkwk, gendongan jarik ini bisa dimodif sampai bisa jadi gendongan yang support M-Shape. Alias jadi simpul jangkar. Tapi aku mah belum bisa kala itu. Jadi ya gendong gaya jarik kaya ibu/nenek kita biasanya. Gendongan jarik ini gaperlu ukuran karena templatenya sama, all size, mau yang pake siapa aja ya tetep aja gendongan jarik begitu-begitu aja. Nggak repot adjust size penggendong, hihihi

Minusnya : seiring bertambahnya usia, untuk mobilitas yang lama, gendong samping akan terasa berat. Sedangkan kalau mau ngegendong yang M-shape, hayati terlalu malas. Mending beli yang instan *oops.

Dah pada tau kan ya gendongan jarik yang kaya gimana. Ya yang itu loooohhhh~

jarik.jpeg

2. Geos

Aku pakai Geos karena dikado sama sahabatku. Hehehe dan bermanfaat banget buat aku yang suka rempong nyimpul jarik secara manual. Ringkes! Terus bisa jadi selimut atau alas kalau pergi-pergi. Aku pakai geos mybabypouch.

Kelemahannya adalah: geos ini cuma berlaku model gendong samping doang, bisa M-shape tapi nanti kalau anak udah bisa duduk sendiri, jadi bisa dikangkangin kakinya di gendongan. Kelemahan kedua, gendongan ini ukurannya sesuai dengan berat badan penggendong. Jadi gendongan ini cuma bisa buat aku aja. Nggak bisa kalau dipinjem suami wkwkwk. Kekurangan yang ketiga, yaa problem yang sama dengan jarik yang gendong samping, kalau anak udah gedean dan mobilitas banyak, bikin kerasa pegel di pundak. Mau dilebarin kaya apa kainnya di pundak, bagiku gerak jadi terbatas karena nggak handsfree dan tetep kerasa berat hehehehe.

img-20180414-wa00126098035694387924179.jpg

yang kaya gini looo geos tu~ anak langsung slurp masuk. hehehe

3. Geos 2 in 1

Nah ini! Inovasi mutakhir terbarukan wkwkwk. Murah, bisa support M-shape–bisa juga gendong samping makanya namanya 2in1, terus dia ringkes! Kadang bisa jadi selimut kalau bepergian. Terus ini bisa dipake dari 0 bulan.

Kelemahannya adalah : kalau mobilitas lama, gendongan ini akan terasa berat di pinggul dan pundak heu. Sama kaya geos biasa, geos ini ada ukurannya sesuai BB penggendong. Aku dikasih kado mbak Pradiah. Tapi kalau mau beli, merknya geosbayi. Nah ni ada tutorial pakenya buat yang bingung. Emang perlu latihan beberapa kali wkwkwk

img-20180505-wa00224792942471804645130.jpg

ga keliatan yak wkwk. mon maap gada foto proper.

4. Soft Structtured Carrier (SSC) Nanababy Carrier

Setelah nggak kuat pake geos karena banyak tugas mendampingi suami di luar rumah, akhirnya memutuskan untuk beli SSC Nana. Ini merk SSC lokal yang menurutku ramah di kantong ya harganya. Banyak yang sudah mereview. Aku beli di Sanggar ASI. Sanggar ASI ini adalah akun sociopreneur, jadi keuntungan dari semua pembelian produknya masuk untuk penyuluhan dan program edukasi terkait laktasi dan MP-ASI. Aku dulu sebelum lahiran, konsul laktasi ke penyuluhnya. Diajari macem-macem. Pantengin aja akunnya, FYI ini cuma buat di Jogja aja. Tapi kalau Nana Baby Carrier sendiri storenya nggak cuma di Sanggar ASI. Kayanya hampir tiap provinsi ada deh.

Sejauh ini cukup nyaman pakai Nana. Meskipun menurut review beberapa teman menyarankan upgrade ke Zakkel. Kelebihannya, harga relatif bersahabat, kualitas cukup oke, beban tersebar di beberapa titik, gampang pasang-lepas sendiri. Kelemahannya kalau gendong kelamaan, kaki anak jadi ngecap (membekas) gendongannya gitu kasian daaan kalau SSC minimal usia anak 4 bulan yaaa. hehehe

img-20180908-wa00151063170588677655967.jpg

SSC Nana

Itu keempat gendongan yang aku pakai sehari-hari. Nanti kalau gendongannya bertambah, aku share lagi disini yaa! Sebenernya ada buanyakkkk polll macem gendongan sampai hayati tak hafal apa saja. Aku pilih yang ringkes-ringkes aja karena urusan mobilitas. Gendongan diciptakan kan juga untuk membantu mobilitas kita, dengan tetap dekat dengan anak, tapi juga bisa bergerak kesana-sini.

Menggendonglah dengan kasih sayang dan kebahagiaan. Jangan dengan tekanan apalagi memenuhi standar hidup orang lain. Just be the best version of you! Teteppp…update ilmu ya! 😉

 

 

Awicarita Festival 3

Ini tahun ketiga aku di Jogja dan skip Awicarita Festival 😦

Tahun pertama karena masih ngurusin printilan nikahan, tahun kedua karena hamil gede, dan tahun ketiga ada kerabat yang menikah. Huhuhu aslinya pengen banget datang.

Acaranya free! Dan antimainstream karena pagelaran dongeng gituu. Pendongengnya mulai dari skala lokal, nasional, hingga internasional.

Di tahun ini, ada serangkaian acara,

Puncaknya di Pagelaran Dongeng Jogja tanggal 11 November 2018. Mana venuenya di Hutan Pinus! :(((

Jadi buat temen-temen yang lagi cari acara seru buat mengisi weekend, bisa datang kesini sama keluarga.

Ini dia para pengisi acaranya.

Nah selain itu, temen-temen Rumah Dongeng Mentari (RDM), juga ngadain bank buku. Dimana teman-teman bisa drop buku cerita yang lama nggak kepake/udah bosen/bahkan baru dan ingin disumbangkan! Info acaranya disini :

Dengan donasi minimal 3 buku ke ATM Buku Kompas, kalian bisa dapat sketsa wajah kalian dari teman-teman Lemari Buku Buku Jogja (@lemaribukubuku) 🤗🤗

Acara donasi ini akan dilaksanakan dua kali:
Sabtu, 3 November 2018
08.00 – 12.00
Joglo Onta, Gembira Loka Zoo

Dan
Minggu, 11 November 2018
08.00 – 12.00
Panggung Sekolah Hutan Pinussari, Imogiri, Bantul

Sedangkan buku-buku yang bisa temen-temen sumbangkan adalah sebagai berikut:
1. Novel anak
2. Buku cerita bergambar
3. Ensiklopedia
4. Komik (bukan komik dewasa/terlalu vulgar)
5. Buku gambar atau buku mewarnai
PS: diutamakan buku anak

Buku yang temen-temen berikan akan disebarkan ke komunitas buku di Yogyakarta.

Jadi, mau ikut yang mana? 😋

Oiya untuk info lengkap bisa cek akun IG: @rumahdongengmentari

#TumbuhBersama

Lama nggak nulis, kali ini mau cerita-cerita~
Pas kuliah dulu aku sukaaa banget ttg topik CSR. Corporate Social Responsibility. Sejak ngerti bahwa tiap perusahaan besar punya tanggungjawab sosial ke stakeholders jadi makin ngebuka mata. Bahwa perusahaan nggak cuma punya mindset untuk mencari keuntungan, tapi juga harus memakmurkan orang banyak. Konsepnya sih yang paling gampang itu… tripple bottom line: Profit-People-Planet. Jadi untuk mencapai sustainability, perusahaan juga diminta peduli dan terlibat langsung dalam lingkungan serta meningkatkan kepekaan dengan mensejahterakan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan.
a97948c0afd65d85b5b9b681e1f25cc6
Akhirnyaaaaa, di implementasinya–perusahaan berdiri cuma buat kemakmuran diri sendiri, tapi juga orang lain dan alam. Sebenernya jauh sebelum konsep CSR ini, Islam juga udah mengenal konsep serupa.
Yaitu khalifatullah fil ardh. Bahwa tiap dari kita nggak hanya bertanggung jawab atas diri, nggak hanya ibadah secara vertikal ke Allah.
Tapi juga horizontal, ke sesama manusia dan alam. Ya gitu akhirmya, kita berwirausaha, dagang, ga cuma buat diri sendiri. Tapi memakmurkan banyak orang dan alam.
Konsep ini yang jadi semangatku meskipun usaha masih kecil seupil di gerai apika. Kalo cuma buat nyenengin diri aja mah melawan hati nurani wkwkwk. Makanya taglinenya kan ada berdaya-nya ya. Biar banyak juga dayanya buat nolong, bantu, atau bikin sesuatu yang gak egoislah. Jadi ada CBA (Chit Chat Bersama Apika) dan Mini Workshop. Tapi keduanya belum bisa diterusin karena…mamak masih adaptasi dengan segala urusan domestik ini; mendampingi suami dan anak hahaha #alasanmemang.
Masih dua taun, belom ada apa-apanya kayanya. Tapi semoga jadi langkah kecil buat sesuatu yang besar.
Kaya @sinarmas_id misalnya. 80 tahun yang lalu mah yang punya masih jualan produk makanan di Makassar.
Tapi sekarang 80 tahun berselang…mulai industri kertas dan bubur kertas, agribisnis dan makanan, komunikasi dan teknologi, properti, jasa keuangan, sampe pertambangan dan energi.
Bertumbuh bener. Dan Sinar Mas ga cuma tumbuh sendiri. Tapi #TumbuhBersama. CSRnya udah dimana-mana. Mulai dari pemberdayaan masyarakat, lingkungan, pendidikan, sampe ekonomi.
Yg ekonomi nih, Sinar Mas juga bantu permodalan usaha UMKM lewat DanaMas
#80TahunSinarmas sudah ada 357 ribu pinjaman senilai keseluruhan lebih dari Rp 845 miliar .
Sholawatin ae, tar bikin versi syariahnya. Aamiin. wkwk
Yg disholawatin selanjutnya adalah program pendampingan Koperasi oleh @sinarmas_id. Koperasi Bunut Abadi di Siak, Riau. Awalnya perusahaan melihat kalo masyarakatnya lagi semangat buat pembibitan. Beneran #TumbuhBersama sih, mulai dari th 2002. Awalnya anggota koperasi 20 org, skrg jadi ratusan. Yang modal awalnya pinjaman tanpa bunga 30jt, jadi nilai aset 500jt. Yang awalnya masyarakat sekitar cm punya ladang berpindah, sekarang penghasilan tetap dgn pekerjaan ramah lingkungan.
Dan berkat prestasinya ini sama presiden SBY, Koperasi Bunut Abadi dpt penghargaan Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional #TumbuhBersama @Sinarmas_id
Selamat #80TahunSinarMas, makasi udah menginspirasi kami buat tumbuh ga seorang diri tapi #TumbuhBersama
referensi :