Program Hamil

Sebelumnya nggak pernah bahas ini karena aku merasa perjuanganku sebenarnya belum ada apa-apanya dibanding teman-teman yang sedang berjuang di luar sana. Doa terbaik untuk teman-teman yang sedang berikhtiar. Semoga Allah berikan kelapangan hati dan penerimaan yang luas akan segala skenarioNya 🙂

Mulai dari mana ya? Mungkin dari aku yang sempat kosong ‘belum isi’ selama enam bulan pertama menikah…

Awalnya sih santai, yang bikin nggak santai justru keluarga, kerabat, teman-teman, dan pertanyaan yang silih berganti datang. Aku sampai ngebayangin pas itu, gimana rasanya nanti lebaran. Berasa nggak pengen kemana-mana takut ditanyain udah isi apa belom waktu keluar-keluar. Separno itu 😦

Sekali lagi, kadang hati kita cukup lapang. Yang mempersempit adalah celoteh orang-orang di sekitar. huhuhu

Akhir 2016 aku memutuskan ke dokter kandungan, bukan karena pengen promil, tapi lebih ke drama ketika datang bulan mulai ada lagi. Disminorhea hebat yang sampai bikin keringat dingin dan pingsan. Yang beneran pingsan…padahal itu aku lagi diajakin pacaran ke Lembang sama suami. Pas di spot bagusnya, baru juga duduk, belum pesen menu apa-apa. Eh pingsan duluan wkwk. Kata suami, kami kesana cuma numpang minum teh anget 😂

Lalu waktu aku ke salah satu dokter kandungan, pyarrr, pecahlah pikiranku kemana-mana haha. Karena pada waktu itu, aku kembali divonis endometriosis. heu. Sebelumnya sudah pernah dibilang demikian, tapi cari alternatif dokter lain dan beliau bilang nggak ada masalah.

Aku diminta untuk terapi hormon selama tiga bulan. Resikonya, aku bisa aja sebulan itu nggak datang bulan sama sekali (tambah bingung kan ngitung masa suburnya). Terus harga obatnya Rp 500.000, dikali 3 sudah Rp 1.500.000. Wow. Baiklah, kami belum mengiyakan karena aku semakin ragu sama dokternya wkwk, habisnyaaa kaya gampang banget gitu ngevonis ini itu :””)

Kamipun cuma meminta copy resep. Lalu minggu berikutnya aku mencoba dokter kandungan yang lain, hasil dari rekomendasi teman yang merupakan dokter umum.

Ternyata beliau bilang sama sekali nggak ada apa-apa dengan rahimku. Semuanya alhamdulillah baik. Mungkin aku cuma kebawa beban pikiran aja.

“Stress aja ini kali mbak… biasa kan penganten baru agak-agak stress gimana gitu.” Kata beliau.

Dalam hati ingin ku bersorak, “TAU AJA SIH PAK DOKTER!” wkkwkwkwkwk

Mumpung di dokter kandungan ya kan, sekalian deh aku nanya kalau buat promil gimana.

“Ditunggu aja deh mendingan, soalnya belum ada satu tahun kosongnya. Saya resepin vitamin aja ya. Sama barangkali bisa meredakan disminorheanya.”

Disamping itu, aku juga dihitungkan dokternya terkait masa subur. Kapan masa suburnya dan baiknya kapan berhubungan.

Pulang dari dokter, aku diresepin 3 macam:

  1. Vitamin penyubur, diminum pas hari kedua menstruasi. Aku lupa nama obatnya apa.
  2. Vitamin E, diminum rutin 1x setiap hari, sehabis makan. Aku pakai Santa E kalau nggak salah.
  3. Asam Folat, diminum rutin 1x setiap hari, sehabis makan. Aku diresepinnya folavit.

Selain ketiga itu, aku diminta untuk banyak makan yang tinggi asam folat juga. Kaya…kacang-kacangan atau alpukat.

Kebetulan juga tetangga di Purworejo lagi panen alpukat, jadi ibu mesti kirimin sekerdus alpukat buat dimakan. Sampai yang pertama excited, jadi bosen bangettt. Apalagi alpukat itu kan nyebelin ya. Matengnya lama, busuknya cepet. Nah kacaunya mereka kalau mateng janjian -___- satu mateng, mateng semua hahaha

“Bulan depan balik kesini lagi nggih. Kita cek disminorheanya gimana. Syukur-syukur pas balik nggak ngecek itu tapi malah sudah isi.” Kata dokternya.

Akhirnya aku minum semuanya sesuai anjuran dokter. Dan tentu saja kembali lagi ke beliau di bulan depan. Berita baiknya, aku nggak disminorhea. Berita kurang baiknya, ya…aku datang bulan. hehehe. program hamil belum berhasil.

promil

Dokter memintaku untuk melanjutkan vitamin E dan asam folat. Beliau juga menyarankan untuk memperbaiki pola makan, makan yang sehat-sehat, rajin olahraga, dan rutin berhubungan sesuai kalender masa subur.

“Yang terpenting itu…jangan stress. Kalau stress promil apapun nggak berhasil. Karena hormonnya malah nggak stabil. Liburan aja ya mbak, mas. Biar nggak banyak pikiran.” WKWKWK ASIK!

Dan kami benar-benar memutuskan liburan, anggaplah ini bulan madu yang tertunda karena kami belum pernah bulan madu. hahaha malah curhat. Alhamdulillah Allah beri rezeki untuk ke Malaysia dan Makassar. Bahagia bangettt liburan tipis-tipis. Dan maasyaAllah terpukau sama Tanjung Bira, sampai pengen punya anak namanya Sabira~

filosofinya, Sabira = samudera di Bira, habisnya cantik bangettt. Airnya biru jernih, bersih, pasirnya putiiiihhh bangettt. Kita bisa liat ikat pesut loncat-loncat, liat penyu, liat ubur-ubur, maasyaAllaah😂 selain itu, Sabira kan artinya sabar, jadi doa dan pengingat bahwa menanti datangnya dia penuh dengan kesabaran he he he. cie.

MON MAAP jadinya panjang bgttt. Singkat cerita, selang dua bulan kemudian, atau sebulan setelah kami berlibur, akhirnya…aku garis dua. MaasyaAllaah.

Pelajaran yang bisa kupetik adalah, aku bersyukuuur sekali dikasih Allah kesempatan untuk menunggu sebentar kedatangan buah hati. Karenanya, aku jadi selalu mengusahakan yang terbaik saat proses penantian. Menikmati sepertiga malam curhat dengan Allah, nangis-nangis, menikmati proses legawa ketika ternyata datang bulan lagi…menikmati juga nggak enaknya jadi seseorang yang ditanya-tanyain atau lihat update-an kehamilan teman yang luar biasa menandakan hati ini kotor sekali karena masih suka iri kalau ada yang hamil duluan 😦

Pada akhirnya, ketika Allah izinkan aku hamil, aku sadar bahwa itu adalah waktu yang tepat. Waktu aku udah nggak mau terlalu pusing memikirkan kata orang. Waktu aku udah nggak berekspektasi apa-apa. Yang…terserah Allah aja deh gimana maunya. Waktu aku sudah nggak iri-iri lagi waktu scroll timeline. Intinya…itu adalah waktu dimana aku sudah menikmati takdirku, berpasrah, dan bersyukur atas hal-hal yang lain.

Alhamdulillaaah 🙂

Semoga catatan ini bermanfaat yaa. Yang terpenting, ingat-ingat : Dibawa happy, dibawa ikhlas, dibawa tetap ikhtiar terbaik seraya langsung tawakkal ‘alallah.

Susah emang, tapi Allah sudah izinkan kita melewati perjalanan spiritual yang nggak semua orang Allah izinkan menikmatinya. Semoga selalu sabar dan semangat ya.

Stay strong buibu, peluk jauh dari sini untuk semua yang sedang promil :))

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s