Review Gendongan Bayi

Karena banyak sekali DM yang masuk dan nanya tentang gendongan bayi, aku post disini yaaa biar mudah mencari dan bisa cerita agak panjangan hehehe

Jadi aku punya 4 gendongan bayi yang biasa aku pakai. Gendongan ini adalah gendongan-gendongan yang aku pakai di rentang usia 0-1tahun. Bisa jadi nanti akan ada postingan susulan tentang gendongan toddler wkwk. Mari kita fokuskan untuk gendongan bayi terlebih dahulu ya!

Tapi sebelum melangkah lebih jauh, mari kita sepakati bahwa ini adalah dalam rangka review personal. Tidak untuk kemudian dijadikan sebagai alat pemicu mompetition (war mamakmamak), okayyy?

Pasalnya sekarang kan standarisasi gendongan sudah ada yang terbarukan dan lebih aman, tapi aku ikut memahami bahwa di beberapa kasus ada ibu-ibu yang tidak bisa senyaman itu melakukan babywearing ke kiblat standar babywearing UK. Misal lingkungan sekitar masih kental dengan gendong jarik/gendong samping, sehingga kalau tetap maksa bisa terjadi peperangan dengan ibu/mertua, malah bikin kita eyel-eyelan, gontok-gontokan, banyak dosa. Yah yaah berkahnya ilang.

Kalau pada akhirnya menjadi tertekan perihal gendong-menggendong, Mama jadi stress sendiri…. 😦 Bukan itu ya goalsnyaaa. wkwkwk. Nggak papa, pelan-pelanlah kita berproses. Prinsipnya; Mama tak boleh henti belajar. Lakukan yang terbaik yang kita bisa.

Belajar sama-samalah kita, buat yang sudah mantap dengan ilmu babywearingnya, edukasi teman-temannya dengan santun dan lembut, ajak dan ajarin pelan-pelan. Dibenerin, bukan disalahin yaaaa. hehehe. Yang utama, disupport–biar lebih cesspleng saran yang masuk. Yaay! Mari kita sama-sama menggendong!

Monggo update terkait ilmu gendongan ini, di banyak web/situs/akun sosmed babywearing indonesia sudah banyak. Ku tak akan membahas masalah ini.

Oke dan inilah reviewnyah sobat budiman~

1. Gendongan Jarik

Tentu saja ini gendongan legendaris. Dari nenek buyut kita sepertinya juga pakai gendongan ini. Nah kalau ngikutin aturan main babywearing/cara menggendong yang berstandar internasional wkwk, gendongan jarik ini bisa dimodif sampai bisa jadi gendongan yang support M-Shape. Alias jadi simpul jangkar. Tapi aku mah belum bisa kala itu. Jadi ya gendong gaya jarik kaya ibu/nenek kita biasanya. Gendongan jarik ini gaperlu ukuran karena templatenya sama, all size, mau yang pake siapa aja ya tetep aja gendongan jarik begitu-begitu aja. Nggak repot adjust size penggendong, hihihi

Minusnya : seiring bertambahnya usia, untuk mobilitas yang lama, gendong samping akan terasa berat. Sedangkan kalau mau ngegendong yang M-shape, hayati terlalu malas. Mending beli yang instan *oops.

Dah pada tau kan ya gendongan jarik yang kaya gimana. Ya yang itu loooohhhh~

jarik.jpeg

2. Geos

Aku pakai Geos karena dikado sama sahabatku. Hehehe dan bermanfaat banget buat aku yang suka rempong nyimpul jarik secara manual. Ringkes! Terus bisa jadi selimut atau alas kalau pergi-pergi. Aku pakai geos mybabypouch.

Kelemahannya adalah: geos ini cuma berlaku model gendong samping doang, bisa M-shape tapi nanti kalau anak udah bisa duduk sendiri, jadi bisa dikangkangin kakinya di gendongan. Kelemahan kedua, gendongan ini ukurannya sesuai dengan berat badan penggendong. Jadi gendongan ini cuma bisa buat aku aja. Nggak bisa kalau dipinjem suami wkwkwk. Kekurangan yang ketiga, yaa problem yang sama dengan jarik yang gendong samping, kalau anak udah gedean dan mobilitas banyak, bikin kerasa pegel di pundak. Mau dilebarin kaya apa kainnya di pundak, bagiku gerak jadi terbatas karena nggak handsfree dan tetep kerasa berat hehehehe.

img-20180414-wa00126098035694387924179.jpg

yang kaya gini looo geos tu~ anak langsung slurp masuk. hehehe

3. Geos 2 in 1

Nah ini! Inovasi mutakhir terbarukan wkwkwk. Murah, bisa support M-shape–bisa juga gendong samping makanya namanya 2in1, terus dia ringkes! Kadang bisa jadi selimut kalau bepergian. Terus ini bisa dipake dari 0 bulan.

Kelemahannya adalah : kalau mobilitas lama, gendongan ini akan terasa berat di pinggul dan pundak heu. Sama kaya geos biasa, geos ini ada ukurannya sesuai BB penggendong. Aku dikasih kado mbak Pradiah. Tapi kalau mau beli, merknya geosbayi. Nah ni ada tutorial pakenya buat yang bingung. Emang perlu latihan beberapa kali wkwkwk

img-20180505-wa00224792942471804645130.jpg

ga keliatan yak wkwk. mon maap gada foto proper.

4. Soft Structtured Carrier (SSC) Nanababy Carrier

Setelah nggak kuat pake geos karena banyak tugas mendampingi suami di luar rumah, akhirnya memutuskan untuk beli SSC Nana. Ini merk SSC lokal yang menurutku ramah di kantong ya harganya. Banyak yang sudah mereview. Aku beli di Sanggar ASI. Sanggar ASI ini adalah akun sociopreneur, jadi keuntungan dari semua pembelian produknya masuk untuk penyuluhan dan program edukasi terkait laktasi dan MP-ASI. Aku dulu sebelum lahiran, konsul laktasi ke penyuluhnya. Diajari macem-macem. Pantengin aja akunnya, FYI ini cuma buat di Jogja aja. Tapi kalau Nana Baby Carrier sendiri storenya nggak cuma di Sanggar ASI. Kayanya hampir tiap provinsi ada deh.

Sejauh ini cukup nyaman pakai Nana. Meskipun menurut review beberapa teman menyarankan upgrade ke Zakkel. Kelebihannya, harga relatif bersahabat, kualitas cukup oke, beban tersebar di beberapa titik, gampang pasang-lepas sendiri. Kelemahannya kalau gendong kelamaan, kaki anak jadi ngecap (membekas) gendongannya gitu kasian daaan kalau SSC minimal usia anak 4 bulan yaaa. hehehe

img-20180908-wa00151063170588677655967.jpg

SSC Nana

Itu keempat gendongan yang aku pakai sehari-hari. Nanti kalau gendongannya bertambah, aku share lagi disini yaa! Sebenernya ada buanyakkkk polll macem gendongan sampai hayati tak hafal apa saja. Aku pilih yang ringkes-ringkes aja karena urusan mobilitas. Gendongan diciptakan kan juga untuk membantu mobilitas kita, dengan tetap dekat dengan anak, tapi juga bisa bergerak kesana-sini.

Menggendonglah dengan kasih sayang dan kebahagiaan. Jangan dengan tekanan apalagi memenuhi standar hidup orang lain. Just be the best version of you! Teteppp…update ilmu ya! 😉

 

 

Advertisements

One comment

  1. Angguning · 4 Days Ago

    Mba Apik bermanfaat sekali, meskipun saya belum menikah, tapi mencerahkan gitu, hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s